Minggu, 24 Desember 2017

Dijual atau Disewakan?

Dijual atau Disewakan? - Investasi properti, baik jual properti atau disewakan, memang sebuah peluang bisnis yang menjanjikan. Tidak heran semakin banyak pemilik properti tertarik untuk ‘terjun’ ke dalam bisnis ini demi mendapatkan keuntungan memuaskan.

Dijual atau Disewakan?
Dijual atau Disewakan?


Dijual atau Disewakan?

Jika Anda termasuk orang yang beruntung memiliki lebih dari satu properti, baik berupa rumah maupun apartemen, tidak ada salahnya Anda mulai memikirkan bisnis di bidang ini. Pertanyaannya, apakah sebaiknya Anda jual atau sewakan properti milik Anda? Pilihan mana yang berpotensi mendatangkan keuntungan lebih besar?

Sebelum mengambil keputusan, ada baiknya Anda mempertimbangkan beberapa faktor dari pilihan jual properti atau disewakan berikut ini.

Pendapatan
Faktor terpenting ketika Anda mempertimbangkan opsi jual properti atau disewakan tentu saja adalah potensi pendapatan yang akan Anda terima. Jika Anda memilih untuk jual properti, Anda akan menerima pendapatan yang relatif besar mengingat harga properti saat ini terus meningkat setiap tahun dan nyaris tidak terpengaruh fluktuasi ekonomi. Jual properti bisa menjadi pilihan tepat jika Anda membutuhkan dana dalam jumlah besar, misalnya untuk beli properti lain, membeli mobil, biaya kuliah anak atau kebutuhan darurat.

Beda halnya dengan opsi menyewakan properti. Pemasukan yang Anda terima tentunya jauh lebih kecil dibandingkan menjual properti. Akan tetapi, pemasukan yang Anda terima sifatnya rutin, baik dalam periode bulanan, tahunan atau periode pembayaran lain yang disepakati dengan pihak penyewa. Anda bisa menjadikan properti sebagai ‘mesin uang’ untuk mempersiapkan dana kebutuhan jangka panjang seperti pendidikan anak, persiapan pensiun, liburan keluarga atau sekedar menambah biaya operasional sehari-hari.

Hak Kepemilikan
Ketika Anda memilih opsi jual properti, Anda tentunya juga menyerahkan hak kepemilikan properti kepada pembeli. Sementara, jika Anda memilih menyewakan properti, Anda tetap bisa mendapatkan pemasukan tanpa kehilangan pemilikan.

Hal ini tentunya patut menjadi bahan pertimbangan. Jika Anda berniat menempati properti tersebut di kemudian hari, atau ingin mewariskannya kepada anak dan keluarga Anda, sebaiknya Anda memilih opsi menyewakan properti. Namun, apabila Anda memang berniat mencari properti lain, maka opsi jual properti bisa menjadi pilihan terbaik bagi Anda.

Kepraktisan
Proses jual properti tidak semudah yang dibayangkan. Anda membutuhkan waktu cukup lama sebelum properti terjual karena melibatkan nilai transaksi hingga ratusan juta, bahkan miliaran rupiah. Selain itu, proses jual beli properti juga melibatkan pihak notaris untuk mengurus berbagai dokumen yang diperlukan dalam proses jual beli.

Sementara, menyewakan properti membutuhkan waktu relatif lebih singkat dibandingkan menjual properti. Anda juga tidak perlu melibatkan notaris, karena dokumen yang dibutuhkan hanya berupa kontrak atau perjanjian sewa antara pemilik properti dengan pihak penyewa. Proses transaksi juga tidak membutuhkan saksi dan pembuatan akta seperti layaknya jual properti.

Biaya yang Timbul
Opsi jual properti maupun menyewakan properti mengharuskan si pemilik mengeluarkan sejumlah biaya. Jika Anda memilih untuk jual properti, maka Anda harus siap merogoh kocek untuk membayar Pajak Penghasilan (PPh) yang biasanya adalah 5% dari nominal transaksi. Selain itu, pemilik properti juga bisa membayar sebagian biaya pembuatan Akta Jual Beli (AJB) bersama pembeli, jika memang ada kesepakatan demikian. Umumnya, biaya pembuatan AJB adalah 1% dari nilai transaksi.

Pengeluaran lain yang mungkin harus dikeluarkan penjual properti adalah biaya perbaikan properti. Jika properti Anda sudah mengalami kerusakan atau kondisinya sudah tidak layak, tentunya Anda harus melakukan renovasi terlebih dulu demi menarik minat pembeli. Namun, biaya perbaikan ini cukup Anda keluarkan satu kali, karena setelah properti berpindah tangan, tentunya tanggung jawab menjaga properti ada di tangan pemilik baru.

Beda halnya jika Anda menyewakan properti. Meskipun Anda tidak harus mengeluarkan uang untuk pembuatan AJB dan/atau PPh, Anda masih harus membayarkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) setiap tahunnya.

Bukan hanya itu, Anda pun harus memperhitungkan biaya perawatan dalam periode tertentu. Sebagai pemilik, tanggung jawab memperbaiki bangunan properti masih berada di tangan Anda. Anda harus melakukan pengecekan properti secara berkala dan mengeluarkan uang untuk perbaikan, apalagi jika properti Anda dihuni penyewa baru. Tentunya Anda harus menjadikan rumah atau apartemen Anda tampak seperti baru lagi agar si penyewa bersedia menyewa properti tersebut.

Itulah beberapa faktor yang dapat Anda pertimbangkan sebelum memilih opsi jual properti atau disewakan. Masing-masing opsi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentukan tujuan yang ingin Anda dapatkan dari aset properti Anda dan pilihlah opsi yang paling sesuai dengan tujuan tersebut.
(Panduan Properti)
Disqus Comments